Bandeng Tanpa Duri Bakar November 16, 2009
Posted by kartim in Kuliner.add a comment
Bagi anda yang ada di Balikpapan dan sudah bosan atau dengan makanan seafood seperti Kepiting Kenari, Ikan bakar pasar Kebun Sayur, mungkin anda bisa mencoba Bandeng bakar tanpa duri di warung tenda pinggir jalan depan Hypermart Jl. Jend Sudirman ( sebelum Plasa Balikpapan ).
Biasanya mereka jualan dari sore sampai malam.
Ikan bandeng bakar tanpa duri disajikan dengan nasi yang pulen, lalapan, sambel dadakan dan sop panas. Recommended deh kalo masakannya… MuantaB.
hari Sabtu kemarin saya makan ( 1 ekor bandeng bakar, nasi 2,5 porsi, peyek, sop lalapan 2 porsi, sambal 3 porsi ) harganya 43 ribu.
Sayang, nunggunya aga lama kemudian pelayannya aga cuek. Jiwa entrepreneurship-nya perlu ditambah. heheheh
Kalo penyajiannya cepat dan pelayannya lebih ramah MuantaB deh…
Selamat Mencoba.
Congratulation Tim Bulutangkis Indonesia November 1, 2009
Posted by kartim in Sport.2 comments
Senengnya melihat Markis Kido dan Setiawan mengangkat medali emas di Japan Yonex Open 2009. Markis Kido dan Setiawan berhasil menjuarai kategori Double Pria mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Dasuki dan Sukmawan dengan skor 21 – 19 dan 24 – 22. Pertarungan yang sangat ketat kalo ditilik dari skor akhirnya. Di Semifinal, pasangan Kido / Setiawan mengalahkan pasangan Indonesia lainnya Chandra / Gunawan. Sementara Dasuki / Sukmawan mengalahkan pasangan Amerika Serikat Gunawan / Batch. Demikian informasi yang di-release web resmi turnamen tersebut ( red, Yonex Open Japan 2009, http://www.yonexopenjp.com).
Sayang, keberhasilan di-double pria tidak diikuti oleh peserta-peserta dari Indonesia lainnya. Taufik Hidayat misalnya. Di final Taufik Hidayat dikalahkan pemain asal China Bao.
Keberhasilan pasangan Ganda kita seolah menjadi penyejuk ditengah minimnya prestasi Olahraga bangsa ini. Sepakbola yang notabene-nya adalah Olahraga rakyat Indonesia sudah tidak bisa lagi diandalkan. Kesebelasan kita yang dulu sangat ditakuti bahkan harus tertatih-tatih tatkala harus menghadapi kesebelasan Vietnam, Malaysia atau Myanmar.
Gunawan Fals, Fans Iwan Fals dari Sangata Oktober 31, 2009
Posted by kartim in Music, Umum.add a comment

” Namaku Bento, rumah real estate “
” Mobil ku banyak, harta berlimpah”
” Orang memanggilku, Bos Eksekutif “
” Tokoh papan atas, atas segalanya “
“Asik !! “
Itulah lirik lagu yang dinyanyikan penyanyi setengah baya yang duduk diatas panggung kecil di lobby Hotel Royal Victoria Sangata sambil memegang sebuah gitar. Suaranya yang serak-serak, mirip sekali dengan Iwan Fals. “Gunawan Fals” begitu karyawan hotel tersebut memanggil pria berambut panjang tersebut. Mungkin karena suaranya yang mirip dan kemahirannya memainkan lagu-lagu Iwan fals.
Gunawan Fals adalah penggemar berat Iwan Fals. Sejak SMP beliau sudah belajar dan menyanyikan lagu-lagu Iwan Fals. Selain lirik-liriknya yang kritis dan nyeleneh terhadap kondisi sosial dan pemerintahan pada jaman Orde Baru, lagu-lagu Iwan fals juga sangat mudah dimainkan. Begitu penjelasan bang Gunawan. Bagi orang-orang yang ingin belajar gitar, mainkanlah lagu Iwan fals, dijamin akan cepat bisa. Begitu bang Gunawan berbagi tips. Bang Gunawan Fals sendiri setiap malam bernyanyi di lobby Hotel Royal Victoria Sangata.
Budidaya pohon Sengon Oktober 12, 2009
Posted by kartim in Usaha.16 comments
Bagi anda yang mau berinvestasi, budidaya pohon sengon mungkin bisa menjadi pilihan yang menguntungkan. Selain bisa berpartisipasi dalam usaha penghijauan dan program satu orang satu pohon yang dicanangkan pemerintah, budidaya pohon sengon juga bisa menghasilkan fulus yang lumayan.
Sebagai gambaran, setahun yang lalu saya membeli sebidang tanah dikampung saya senilai 7 Juta rupiah seluas 2100 meter persegi. Dengan tanah seluas itu saya bisa menanam 600-an batang pohon. Bibit pohon sengon yang saya beli seribu rupiah setiap satu pohon dengan tinggi 1 meter, saya tanam dengan jarak 2 meter setiap pohonnya. Menurut informasi yang saya baca, pohon sengon bisa ditanam dengan jarak 1,2 meter maksimal. Penanaman dengan jarak lebih rapat dari itu pohon sengon tidak bisa tumbuh dengan baik. Total uang yang saya keluarkan sekitar 11 juta rupiah ( termasuk membeli sebidang tanah, rekondisi kebun / dibuat tera siring, membeli pupuk kandang, dan ongkos kerja ).
Guruku Motivatorku Oktober 11, 2009
Posted by kartim in Uncategorized.add a comment
Pagi ini Rozan anak saya bangun pukul 07:00, setelah disusui, seperti hari-hari sebelumnya dia dijemur untuk mendapatkan vitamin D pukul 07:30. Pada waktu itu, matahari bersinar tidak begitu terik, tapi sudah cukup untuk menghangatkan kulit tubuh. Sambil menjaga bayi supaya tidak jatuh dari kursi tempat bayi saya di jemur, istri saya menyanyikan lagu “Pelangi”.
Pelangi – pelangi alangkah indahmu
Merah kuning hijau dilangit yang biru
( sambil menunjuk warna dari mainan Rozan sesuai lagunya )
Pelukismu agung siapa gerangan
Pelangi-pelangi ciptaan Alloh.
Begitu syair lagu sederhana yang biasa dinyanyikan anak-anak. Mendengar lagu itu, mengingatkan saya pada waktu masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Ada dua lagu yang sangat melekat di pikiran saya. Yang pertama adalah Pelangi dengan lirik seperti diatas dan yang kedua berjudul Kasih Ibu. Insya Alloh liriknya seperti ini :
Kasih ibu
Kepada beta
Tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi
Tak harap kembali
Bagai sang surya
Menyinari dunia
Lirik yang sangat simple tapi mempunyai makna yang sangat dalam. Lagu yang sampai sekarang saya masih belum tau siapa penciptanya, tetepi yang jelas, dia adalah orang yang sangat luar biasa ( setidaknya menurut saya ).
Bu Tinah “Bengkel Urat” Balikpapan Oktober 8, 2009
Posted by kartim in Umum.4 comments
Sudah hampir dua minggu ini pergelangan kaki saya bengkak karena terjatuh dari pohon jambu seminggu setelah Lebaran. 2 tumit saya juga sakit kalo digunakan untuk berjalan. Untuk mengurangi rasa sakitnya, saya harus berjinjit sehingga 2 tumit saya tersebut tidak menapak ketanah sepenuhnya. Apabila berdiri agak lama misalnya sholat, pergelangan kaki kiri saya sakit bukan main, mungkin karena darahnya tidak mengalir. Sementara pada saat berdiri seiring dengan gaya gravitasi, darah bergerak cepat ke bawah.
Di Jakarta, saya sudah di urut sebanyak 3 kali. Cuma memang saya belum mencoba ke Haji Naim di Cipete. Setelah di Balikpapan, saya juga sempat diurut 2 kali. Tapi hasilnya sama saja. Pergelangan kaki masih bengkak dan masih sakit. Sampai akhirnya Mas Mugi ( one of my best friend ) memberi tau kalo dia juga pernah salah urat kemudian diurut ke Bu Tinah. Alhamdulillah sembuh. Kemudian saya di beri nomor telepon :
Ibu Tinah ( 0811597782 / 0811597769 ) moga suatu saat pake Esia..
“Alamatnya, kalo dari perempatan MT Haryono, ke arah Balikpapan Baru, teruuuus sampai nemu jembatan sungai Ampal, nanti kemudian ada tanjakan, kalo nemu Kelompok Bermain / Play Group dan showroom mobil bekas, tempat Bu Tinah ada disebrang-nya. Jalanannya aga turun. Kalo ngga tanya aja Bu Tunah tukang urut Insya Alloh orang-orang pada tau disitu. Kalo sudah sampai POM Bensin khusus motor berarti sudah kelewatan” , terang mas Mugi.
Besok harinya pagi-pagi saya coba mencari rumah Bu Tinah setelah meneleponnya terlebih dahulu. Ga sulit memang. Setelah mengikuti petunjuk mas Mugi, dan nanya 2 kali akhirnya saya nemu juga rumah Bu Tinah. Rumahnya tertata rapi, bertempat di pinggir jalan yang lumayan curam. Enaknya kalo kesana naik motor aja. Kalo pake mobil, parkirnya susah. Disana sudah ada pasien yang diurut. Katanya lehernya terkilir akibat banana boot yang dia dan teman-2nya tumpangi terbalik 2 kali di pantai Lamaru. Setelah nunggu 10 menit-an, akhirnya giliran saya untuk urut. Aga takut juga, tapi setelah tanya sama suami dari cewe yang lehernya terkilir katanya kalo diurut sama bu Tinah ga sakit ko. Beliau pelan-pelan kalo ngurut.
Oh iya, kalo mau diurut ke Ibu Tinah, datangnya jangan malam-malam. Kalo bisa pagi-pagi aja jam 08.00-an ata siang. Jangan malam. Kalo sakitnya aga parah saya jamin ga bakal diurut. Katanya ga keliatan. Trus jangan lupa janjian ( telpon dulu ).
Setelah masuk ke ruangan kerjanya ( kamarnya juga kali
) saya diurut, kata dia ” Jangan dilawan ya, tarik napas seperti biasa aja, tangan ibu ga kuat kalo Adhe lawan nanti ibu yang sakit”. Pertama urat jempol dia urut-urut, kemudian pergelangan kaki dan kemudian urat dibelakang lulut. Coba jalan. Kemudian saya gunakan untuk berjalan. Alhamdulillah tumit yang tadinya sakit banget kalo buat tumpuan, tidak terasa sakit kaya sebelum diurut. Coba kaki satunya, demikian kata Bu Tinah. Setelah diurut beberapa saat diurut, saya juga disuruh berjalan. Alhamdulillah kaki kanan saya juga sembuh seperti sedia kala. Ga lebih dari 15 menit saya diurut, saya sudah bisa berjalan normal kembali. Pokoke recommended lah… ” Tapi kayanya beliau ahli urat aja. Kalo tulang saya kurang tau “
Btw, kalo kesana jangan lewat tanggal 6 November 2009. Bu Tinah yang asli Surabaya ini katanya mau melaksanakan Ibadah Haji.
Matur nuwun Bu Tinah.
Alhamdulillah ya Alloh….
Kalimantan Pulau Donatur Energi tapi susah energi Oktober 8, 2009
Posted by kartim in Lingkungan, Umum.2 comments
Apa yang anda pikirkan kalo anda mendengar kata ” Kalimantan ” ? mungkin pikiran anda langsung tersirat beberapa kata berikut : Hutan, Dayak, Serem, Minyak, Batubara, Katulistiwa dan lain-lain. Kalo anda dari pulau Jawa dan akan pergi ke Kalimantan mungkin anda akan dibilangin ” Hati-hati kalo mau ke Kalimantan, temen saya aja kerja disana ga balik lagi ” dan kata-kata menakutkan lainnya.
Informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Pulau Kalimantan tidak seseram yang dibayangkan. Orangnya juga ramah – ramah tergantung bagaimana kita bersikap. Dipulau manapun kalo kita sopan, bertuturkata yang baik dan berbudi luhur, Insya Alloh kita juga akan diterima dengan baik. Sebaliknya dimanapun kita kalo sikap kita angkuh, tidak sopan dan budi asor, kita tidak akan dihormati orang lain. Mungkin malah dibenci. Kalo pepatah mengatakan ” Disitu bumi diinjak, disitu langit dijunjung” artinya kalo kita bertamu atau pergi kesuatu daerah, hormatilah adat istiadat setempat.
Pulau Kalimantan dengan luas sekitar 539,460 km2 adalah pulau terbesar diIndonesia dan pulau ketiga terbesar didunia setelah Greenland ( divisi otonomi Denmark ), Nugini ( Papua / Indonesia dan Papua Nugini ). Pulau yang terlinasi garis Katulistiwa ini menjadikan pulau ini memiliki kekayaan hayati berlimpah. Pohon-pohon pencakar langit tumbuh subur disini, membentuk hutan yang sangat luas. Jangan heran kalo dunia menyebut Indonesia pada umumnya dan Kalimantan khususnya sebagai “paru-paru dunia”. Selain hutan, Kalimantan juga kaya akan minyak, batubara dan gas alam. Menurut informasi, cadangan minyak di Kalimantan mencapai 3,5 barel miliar minyak, cadangan batubara kurang lebih 100 miliar ton batubara dan 47,4 km kubik Gas alam. Sungguh kekayaan alam yang luar biasa.
Sumber-sumber energi tadi seperti Minyak, Batubara dan Gas bumi diangkut ke pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan energi di pulau dengan penduduk terpadat tersebut. Batubara misalnya selain di-export, Di Pulau Jawa batubara digunakan sebagai bahan bakar mesin – mesin pembangkit listrik PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik pulau Jawa dan Bali. Setiap hari ratusan ton batubara diangkut ke pulau Jawa dengan perahu dan ditarik kapal Tongkang. Jika anda ke Samarinda, jangan kaget kalo melihat “gunung hitam” berjalan. Itu adalah batubara yang ditarik oleh kapal tongkang yang akan dikirim ke pulau Jawa atau di-export ke luar negeri.
Dengan kekayaan alam begitu berlimpah harusnya masyarakat disini bisa hidup lebih baik. Tapi ironisnya masyarakat di Kalimantan hidup dengan keadaan jauh dari seharusnya, jika ditilik dari melimpahnya kekayaan alamnya. Listrik misalnya, mati listrik di Kalimantan bukan sesuatu hal yang baru, kalo tidak boleh dibilang kebiasaan. Hampir tiap hari mati listrik di-Kalimantan. Durasinya juga ga singkat, bisa 4 jam lima jam. Kalo beberapa waktu yang lalu sebuah gardu di Cawang Jakarta kebakaran sehingga menyebabkan terganggunya pasokan listrik di daerah Jakarta, hal itu (terganggunya supply listrik) sudah biasa di Kalimantan. Timer ( pencacah waktu ), bukan barang yang anah apabila dipasang di KWH meter pelanggan PLN kategori Industri. Timer yang dipasang PLN tersebut akan memutus supply PLN pada waktu-waktu tertentu ( biasanya pada waktu beban puncak PLN, terjadi pukul 05:00 s/d 08:00 dan 16:00 s/d 22:00 ) secara bergantian. Apalagi kalo salah satu mesin pembangkit PLN mengalami kerusakan atau saatnya service. Dijamin, mati lampu bergilir akan diberlakukan dengan durasi yang lumayan lama. Kalo anda membeli rumah baru di Kalimantan jangan harap anda akan mendapatkan sambungan PLN dengan cepat. Sehingga banyak perumahan ( di Balikpapan misalnya ) menggunakan Genset untuk menerangi wilayah perumahannya. Dengan demikian, uang yang harus dibayar pemilik rumahpun menjadi lebih mahal padahal Gensetnya hidup malam hari aja. Kasihan yaaah..
Ironis memang, PLN yang notabene adalah perusahaan monopoli plat merah, seperti tidak merencanakan pembangunan jaringan dan pembangkit-pembangkit listriknya dengan baik. Terlebih lagi di Kalimantan. Pulau dengan sumber energy berlimpah sangat susah mendapatkan sambungan listrik PLN.
Ah ga tau ah…. pusing kalo bicara sambungan pasang baru PLN disini… puyeng euy..
Disini yang Gratis Sinar Matahari. Kalo kata orang ” matahari di Kalimantan ada 9 “. Panas banget…
Tapi, mudah-mudahan kedepan PLN makin baik. Juga dengan adanya otonomi daerah, pembangunan bisa semakin merata. amiiin
Monas – Monumen Nasional Oktober 7, 2009
Posted by kartim in Umum.add a comment
Hari Jum’at 25 September 2009, Liburan Hari Raya Idul Fitri kemarin, kebetulan saya menghabiskan waktu liburan di Jakarta. Maklum Rozan putra kami belum bisa diajak jalan-jalan aga jauh. Kasihan masih kecil soalnya. Akhirnya nenek-nya yang ke Jakarta.
Setelah puas ketemu cucu pertamanya, kami akhirnya jalan-jalan keliling Jakarta. Kebetulan sepupu kecil saya juga ikut. Mau melihat Monas katanya. Akhirnya kami sampai di Monas setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit dari Pancoran Jakarta Selatan. Oh iya, mengingatkan saja, Kalo hari Sabtu dan Minggu, apalagi hari Libur kaya Idul Fitri, Jakarta tidak macet seperti hari kerja… lho.
Sampai di-Monas, dari tempat parkir menuju pintu masuk Gedung Utama Monas, panitia menyediakan angkutan berupa mobil yang sudah dimodifikasi menjadi kereta yang beroperasi mulai pukul 8:00 s/d 17:00. Tinggal mengantri di-Halte sederhana dan kemudian menunggu sebentar setelah itu berangkat menuju pintu loket masuk bangunan utama dengan “kereta” tersebut. Sangat bermanfaat, sehingga pengunjung tidak lagi berjalan kaki sepanjang 1 km dibawah terik matahari untuk mencapai pintu masuk gedung utama. Angkutan tersebut disediakan secara cuma-cuma.
Monas kini tampil lebih rapi, sejuk dan hijau, dengan taman berpagar yang mengelilinginya. Sayang, orang-orang yang tidak bertanggung jawab masih dengan seenaknya membuang sampah bungkus makanan atau botol minuman. Padahal pengelola sudah menyediakan tempat-tempat sampah di sekeliling area monas. Hal lain yang membuat Bangunan utama Monas kotor adalah “bandelnya” pedagang asongan yang masuk ke bangunan utama ( padahal dipagar lho, moga ga kong kalingkong dengan petugas masuk
). Mereka menawarkan makanan kepada pengunjung monas. Makanan yang ditawarkan seperti POP Mie, tahu goreng, telur puyuh ( banyak yang busuk, merebusnya ga mateng kayanya ), kacang polong dan lain-lain. Sebenarnya, mereka aga membantu pengunjung yang lapar atau haus waktu mengantri untuk masuk ke menara Monas, untuk sekedar meringankannya. Tapi sayang mereka bertanggung jawab dengan bungkus makanan ataupun minuman yang mereka jual. Mungkin bila mereka ikut merasa memiliki Monas ini misal dengan membantu petugas kebersihan memunguti sampah dari bungkus makanan atau minuman yang mereka jual, sikap petugas bisa lebih lunak waktu mengusir mereka. Walaupun saya pribadi, lebih memilih tidak ada pedagang asongan disana.
Setelah naik kereta sekitar 5 menit, kami sampai di pintu masuk Monas. Untuk masuk ke Monas kita harus membeli ticket ( kalo ngga salah ) Rp. 3000 untuk dewasa dan Rp. 1500 untuk anak-anak ( pelajar ). Sudah termasuk asuransi jiwa. Untuk mencapai locket ticket, kita harus turun kebawah melalui tangga sekitar 3 meter ( ikuti petunjuk dilokasi ) dan melalui lorong sejauh 300 meteran. Lorongnya juga sudah nyaman, dengan lampu dan AC.
Tugu Monas sendiri dibangun tahun 1960 pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan diresmikan tanggal 17 Agustus 1961. Bangunan berbentuk Lingga Yoni dan setinggi 132 meter ini semuanya terbuat dari marmer.
Untuk memasuki bangunan Monas, anda harus naik ke Landasan Monas. Area yang menjadi tujuan wisata adalah :
- Musium Sejarah Perjuangan Indonesia, terletak di dasar Monas. Luas ruangan 80 m x 80 m. Informasi sejarah disajikan dalan bentuk diorama. Ada 48 diorama yang terdapat di ke-4 sisi ruangan ( masing-masing sisi ada 12 diorama ). Diorama-diorama tersebut menggambarkan bagaimana sejarah indonesia mulai jaman Majapahit sampai perang kemerdekaan.
- Ruang kemerdekaan, berbentuk amphitheater,terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan RI. Rekaman suara Presiden Soekarno diputar setiap pukul 16:00 diruangan ini setiah harinya.
- Pelataran Cawan, terletak dilantai 2, Untuk mencapainya kita harus menaiki tangga yang memutar. Dari tempat ini kita bisa melihat Masjid Istoqlal, Stasiun Gambir dan sekeliling Monas dengan jelas.
- Pelataran Puncak, untuk mencapai tempat ini, kita harus menaiki lift. Harga ticket untuk bisa naik ke atas Rp. 7500 untuk dewasa dan Rp. 3500 untuk anak-anak / pelajar. Loket ticket pelataran puncak akan tutup tepat pukul 15:00 setiap harinya. Pada hari lubur, kita harus mengantri yang lumayan lama untuk bisa naik dan dan menikmati pemandangan Jakarta selama 1,5 menit. Ironis ya… ngantrinya bisa 2 jam hanya untuk naik ke atas selama 1,5 menit.

Setelah puas jalan-jalan, akhirnya kami pulang. Tak lupa membeli kaos dan souvenir kenang-kenangan dari Monas salah satu icon negara ini.
Waktu keluar, ternyata ditaman-taman monas malah lebih ramai. Banyak orang datang setelah maghrib untuk sekedar bersantai dan makan dengan keluarganya. Selain tikar dan makanan, para pengunjung juga banyak yang membawa mainan untuk anak-anaknya.
Recommended untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan rasa nasionalisme anak-anak.
Farras Rozan Athaya Oktober 6, 2009
Posted by kartim in Keluarga.add a comment
Farras Rozan Athaya, itulah nama putra saya, yang Insya Alloh artinya “Anugrah dari Alloh SWT seorang anak laki-laki yang cerdas dan berwibawa”.
Nama tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur kami atas anugerah dan kepercayaan Alloh kepada kami, juga doa semoga kelak putra kami tumbuh menjadi putra yang sholeh, cerdas dan berwibawa.
Cerdas / smart, mudah-mudahan kelak dia bisa menerima, meresapi dan mencerna ilmu Alloh ( Agama ) dengan cepat. Mampu membedakan mana yang Halal dan yang Haram, Haq dan bathil, baik dan buruk. Sehingga dia bisa melaksanakan hal-hal yang benar dan meninggalkan hal-hal yang tidak benar dan dilarang oleh Alloh dan Rosul-Nya. Juga menerima ilmu dunia sebagai bekal dia beribadah kepada-Nya. amiin
Berwibawa, mudah-mudahan kelak anak kami bisa menjadi pemimpin. Minimal bisa menjadi pemimpin bagi dirinya dan keluarganya. Sehingga dia dan keluarganya selamat dunia dan akhirat. amiin
Aku Ingin Menghijaukan Kampungku Kembali Oktober 1, 2009
Posted by kartim in Lingkungan.2 comments
Tanggal 20 September kemarin, alhamdulillah saya bisa pulang mudik Lebaran dengan aman dan lancar. Jalanan yang diberitakan macet pada H-1 Lebaran tidak terjadi pada hari H-nya ( Minggu malam ). Lancar banget malah. Jakarta – Banjar Patroman bisa kami tempuh selama 4 jam ( dengan mobil pribadi siiih ). Itu juga menjadi rekor tercepat saya dengan rute yang sama.
Setelah sholat Subuh, istirahat secukupnya dan sarapan pagi, saya dan keluarga kemudian ber-siraturahim ke tempat Ua ( Pak Dhe ), saudara-2 dan terakhir berkumpul ditempat Ema ( nenek ) untuk makan bersama. Suatu kebiasaan keluarga yang sangat membahagiakan dan sampai saat ini tetap kami laksanakan. By the way, ini adalah Lebaran ke-2 tanpa kehadiran bapak saya. Sedih juga rasanya…
.
Setelah wara-wiri Siraturohim, ada satu hal yang membuat saya merasa miris dengan Kampung ini ( Cikancah, Cimanggeng I, Panulisan Barat ). Akankah orang-2 dikampung ini bisa bertahan..? dimana pada saat kemarau, sumber mata air makin langka, udara terasa sangat kering, dan daun-2 pisang mengering dipohonnya. Bahkan untuk mandi saja banyak orang yang harus menempuh jarak yang lumayan. Bagaimana dengan rumah sehat ? dimana orang-2 menjadi biasa mencuci tangan setelah bepergian atau akan makan, dimana mereka bisa sikat gigi setelah makan atau sebelum tidur. Sepertinya jauh dari kenyataan. Diperlukan penyuluhan secera teratur oleh pemerintah kepada masyarakat dan perangkat desa untuk menumbuhkan kesadaran mengenai hidup sehat.
Keadaan tersebut diatas berbeda jauh dengan keadaan 10 tahun silam. Dimana sumber mata air dimana-2. Orang-2 cukup berjalan beberapa meter untuk mencapai sumber mata air yang ditampung seperti kolam kecil dan dipagari bambu sehingga orang bisa mandi, mencuci dan lain-2. Selokan-2 selalu dialiri air dengan berbagai jenis ikan didalamnya. Sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan.
Yang dibutuhkan kampung ini menurut saya adalah Penghijauan. Dibutuhkan ribuan batang pohon untuk menjaga sumber mata air yang nota bene adalah sumber kehidupan masyarakat. Selain itu dengan penghijauan Insya Alloh akan mencegah kampung ini dari bahaya Longsor, juga dalam rangka ikut mengurangi dampak pemanasan Global.
Dibutuhkan ribuan batang pohon untuk kembali menghijaukan Desa ini yang akan ditanam disepanjang sungai ( sumber mata air ), bukit-bukit yang menjadi icon Desa ini yang mudah longsor dan jalan-jalan desa. Selain itu, hal lain yang sangat penting adalah komitmen dari masyarakat dan aparat pemerintah untuk menjaga dan melestarikan pohon tersebut misalnya dengan memberikan sanksi dari pemerintah terhadap siapapun yang menebang pohon tersebut tanpa alasan yang jelas.
Please help me…
Rencananya saya akan mengumpulkan dana dari putra-putra daerah yang bekerja di Jakarta atau kota lain untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk membeli pohon-pohon mahoni untuk ditanam. Kalo memungkinkan penanaman kembali ini dibuka oleh Bupati Cilacap dan diliput media masa. Sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan kembali tergugah.
Mudah-mudahan terlaksana. amiiin. doain ya… juga sumbangan dananya..