Tim Nasional Indonesia

Sedih juga melihat Tim Nasional ( Timnas ) Sepakbola kita Indonesia di taklukkan oleh Timnas Singapura Selasa kemarin 0 : 2.

Bagi penggemar Sepakbola tanah air, pertandingan Tim Nasional merupakan pertandingan yang ditunggu-tunggu. Selain kita akan melihat wakil dari 200 juta penduduk negara ini, juga biasanya para penonton yang langsung hadir di stadion juga akan lebih merasa aman menonton dibandingkan menonton langsung pertandingan antar klub, Persija Jakarta vs Persib Bandung misalnya, yang hampir bisa dipastikan akan diakhiri dengan keributan antar supporter. Cerita lama yang sampai saat ini ga hilang-hilang. Pada saat Timnas kita bermain, semua orang bersatu mendukung Tim Nasional kita, semua orang dengan latar belakang berbeda ( label Klub asal, suku dll ) bersatu mendukung segelintir orang-2 yang berkesempatan berbakti kepada Negara ini secara langsung. Semua Orang Berdoa agar Tim Nas kita menang.

Sayangnya Tim Nas kita kalah.😦 walaupun tim kita lolos juga ke Semifinal. Di Semifinal kita akan berhadapan dengan Tim Nas Thailand.

Melawan Timnas Singapura kemaren, Timnas kita terlihat “loyo”, visi sepakbola menyerang tidak nampak sama sekali bahkan setelah ke-gol-an dimenit menit awal. Sampai menit 30 tempo permainan aga meningkat memang, tapi penyelesaian akhir lagi-2 jadi masalah, sehingga gol tak kunjung tercipta. Setelah 30 menit usia pertandingan, tim kita kelihatan kehilangan tenaga. Lagi-2 phisik pemain jadi alasan. Cerita lama yang seharusnya bisa diantisipasi jauh-2 hari, dengan menu latihan yang cocok.

Kembali kepertandingan, Timnas kita malah memainkan bola – bola panjang langsung kedepan dalam menyerang. Taktik menyerang yang salah kala kita menghadapi Singapura yang berpostur tinggi-2, sementara Budi Sudarsono dan Bambang pamungkas ( BP ) kalah tinggi dibanding bek-2 lawan yang konsisten menjaga kedua striker kita ini. Seharusnya menghadapi Singapura kita harus bermain cepat dengan umpan-2 pendek. Dengan bola-2 daerah yang diarahkan ke depan. Budi Sudarsono dan kedua pemain sayap kita akan lebih mudah menusuk menyerang dengan kecepatan mereka dibandingkan dengan memaksa berduel bola-2 atas. sangat tidak efektif menurut saya.

Babak kedua juga tidak berubah, timnas kita bahkan kebobolan lagi dimenit-2 awal dan sedihnya lagi dengan cara yang sama Set-piece ( tendangan bebas ). Tendangan Jai mendarat mulus di gawang Markus Horison. Markus sendiri sudah salah posisi pada saat bola tersebut ditendang. Dengan pagar betis berada didekat tiang dekat, seharusnya Markus berdiri didekat tiang jauh dan bukan di tengah. Kejelian Jai menembakan bola ke tiang jauh memaksa skor berubah 2:0 untuk Singapura. Di sisa waktu pertandingan Indonesia lebih banyak menguasai bola, tapi hanya main-2 didaerah sendiri kaya latihan… Singapura dengan sangat sabar menunggu kesalahan-2 pemain kita. Mereka akan dengan cepat menyerang apabila mereka menguasai bola. Sampai peluait akhir ditiup, skor tetap 2:0 untuk Singapura.

Tapi, walau bagaimana Tim nas kita tetaplah timnas kita yang harus didukung oleh kita orang Indonesia.

Melawan Thailand nanti, Tim kita moga -2 bisa menang, dan mampu menjuarai Turnamen AFF Suzuki Cup tahun ini. amiiin

Belajarlah dari kesalahan TIM NAS…!!!

kartim, 12 Desember 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s