Indonesia VS Thailand

indo-vs-thaiKecewa, sebel, sedih itulah perasaan saya melihat permainan Timnas Indonesia vs Thailand pada Turnamen piala AFF hari Selasa lalu.

Permainan satu dua dan passing – passing cepat pendek yang dijanjikan Beni Dollo sebelum pertandingan tidak tampak sama sekali. Para pemain seperti kehilangan kepercayaan dirinya. Kesalahan – kesalahan mendasar dalam sepakbola seperti passing dan stop ball banyak dilakukan pemain-pemain Indonesia. Jelas sekali terlihat kegugupan para pemain dalam pertandingan tersebut. Pemain – pemain sekaliber Firman Utina, Ponaryo Astaman dan Bambang Pamungkas seperti kebingungan dalam mengolah bola waktu pemain – pemain Thailand melakukan pressing, yang akhirnya bola dengan sangat mudah direbut pemain lawan. Pemain – pemain kita juga seperti ketakutan untuk beradu phisik dengan pemain – pemain Thailand. Hanya Ismed Sofyan yang kelihatan tenang pada saat mendapat bola. Ismed berani memainkan bola beberapa saat kemudian melakukan passing yang akurat.

Beni Dollo sebagai juru taktik Timnas Indonesia masih tidak belajar dari kesalahan – kesalahan pada pertandingan sebelumnya, yaitu Indonesia vs Singapura. Timnas Indonesia seperti tidak punya visi dalam melakukan serangan. Tim kita yang kebanyakan diisi oleh pemain – pemain dengan tinggi badan relatif pendek dipaksa bermain dengan bola – bola panjang dan jauh ke depan. Sehingga dengan mudah dipatahkan oleh pemain – pemain belakang Thailand yang berpostur tinggi besar.  Keputusan Beni Dollo dengan mengganti Arif Suyono dengan Irsyad dan M Robi dengan Nova Aryanto sebagai starter merupakan blunder yang sangat fatal. Gol yang tercipta di menit – menit awal adalah buah kelengahan sektor kiri yang dihuni oleh Irsyad dan Nova Arianto. Nova yang terlalu naik kedepan meninggalkan celah sangat lebar sehingga pemain sayap kiri Thailand sehingga pemain tersebut bisa dengan sangat baik melakukan crossing dan diselesaikan dengan baik oleh penyerang Thailand. Markus Horison yang sudah terlanjur aga naik kedepan tidak dapan menjangau bola yang tepat menghujam ke sisi kiri pojok atas gawang Markus.

Dalam menghadapi tim seperti Singapura dan Thailand seharusnya kita memainkan sepakbola cepat satu dua sentuhan, dengan bola daerah untuk Budi Sudarsono yang memiliki kecepatan dan dribling yang lumayan mumpuni. Pemain harus bergerak cepat untuk mem-pressing pemain – pemain lawan apabila kehilangan bola. Kekompakan dan permainan secara tim juga merupakan suatu keharusan. Dibutuhkan phisik, stamina dan kecerdasan yang OK untuk memainkas sepakbola seperti ini. Tapi itu adalah satu – satunya pilihan untuk menghadapi Tim sekelas Singapura dan Thailand. Mending kita bermain semaksimal mungkin sehingga gol tercipta kemudian mempertahankannya dengan mengatur tempo.

Pada pertandingan leg kedua di Thailand, Nurdin Halid menjanjikan pembalasan sehingga meloloskan tim kita ke final. Tapi kalo permainan tim kita seperti permaian melawan Thailand kemarin, Insya Alloh Gelar juara yang kita harapkan akan kembali melayang. Beni Dollo harus memompa semangat, meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri  anak asuhnya selain memutar otak mencari strategi yang paling cocok untuk menghadapi Thailand.

Good Luck…!!!

Jangan biarkan supporter Indonesia berpaling dari Timnas kita…

Bravo Sepak Bola..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s