Andai Saya Jadi Gubernur Jateng

LUBANG JALANPerasaan Sebel, Mangkel, Jengkel dan sedih bercampur menjadi satu ketika jalan raya yang saya lalui dalam perjalanan dari Jakarta ke Semarang kemarin ( Rabu 14 Jan 2009 ) sudah mulai banyak berlubang dan bergelombang. Rute Losari sampai Semarang yang beberapa bulan lalu mulus kini mulai menyedihkan. Lubang disana sini, membuat laju semua kendaraan melambat dan mengekor sampai ratusan meter.

Jalur Losari – Tegal adalah jalan raya yang paling parah kerusakannya. Kota Pekalongan, mulai dari POM Bensin dekat Sri Ratu sampai perbatasan Pekalongan Batang juga rusak parah. Jalan dengan banyak sekali lubang besar disana. Rute Batang – Gringsing Kendal merupakan rute yang perlu diwaspadai. Si Jagur, kuda biru saya 3 kali masuk lubang besar sehingga menimbulkan suara yang aga keras.

Sampai di Semarang, saya berniat untuk ikut main Futsal dengan teman-teman kantor saya. Alangkah kagetnya saya tatkala melihat jalanan disana berubah menjadi lautan alias banjir.

semarang-banjir1

banjir-tawang1

Stasiun Tawang, lebih cocok disebut Pelabuhan Tawang karena banjir yang hampir selutut orang dewasa. Belum lagi sentra bisnis didaerah Bubakan dan Pasar Johar hampir lumpuh akibat luapan air. Motor yang mogok akibat kemasukan air karena banjir adalah pemandangan biasa di Semarang. Kota lama yang beberapa waktu lalu diresmikan sebagai area wisata seolah tenggelam di telan banjir. Sebuah Truk yang seperti mengambang dilautan dan Kapal nelayan di Pelabuhan Tanjung Mas parkir berjejeran seolah menjadi pemandangan biasa. Dan yang paling mengherankan, sepertinya tidak ada upaya perbaikan dilakukan oleh pemerintah kota untuk menanggulangi atau bahkan mengurangi banjir yang hampir setiap hari melanda Semarang. Pemerintah kota dan Provinsi seolah bangga dengan lagu ” Semarang Kaline Banjir “. Sungguh memalukan, Semarang yang notabene-nya adalah Ibukota Provinsi Jawa Tengah seperti enggan berbenah. Pedagang kaki lima tumbuh liar, sanitasi lingkungan masyarakat tak terperhatikan, sungguh memprihatinkan. Gubernur Jateng Bibit Waluyo dengan slogan Bali Deso Bangun Ndeso waktu kampanye seperti tidak melakukan apa-apa setelah 1 tahun kepemimpinannya.

Sambil nyetir, saya membayangkan seandainnya saya jadi Gubernur Jateng saya akan :

  1. Mengusulkan kepada PU untuk membangun jalan yang kuat dan tahan lama disepanjang Jawa Tengah dan mengawasi pembangunannya sehingga energi negara ini tidak melulu untuk perbaikan jalan. Sementara sektor lain seperti pendidikan, ekonomi dan kesehatan masih membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah. Dengan jalan yang bagus, kuat dan tahan lama, transportasi akan lebih lancar dan akan berdampak positif terhadap sektor riil.
  2. Berusaha menjadikan Semarang layaknya Ibu kota Provinsi. Diantaranya akan mengusahakan supaya Semarang bebas dari banjir dengan memanfaatkan banjir kanal yang sampai saat ini belum maksimal. Sungguh Ironis, melihat sebagian kota terendam banjir sementara Banjir kanal yang seharusnya menjadi penampung tatkala banjir atau Rob malah kering kerontang. Bahkan pada waktu hujan sekalipun. Jawa Tengah yang identik dengan banyak kota berjulukan kota pelajar seperti Purwokerto dan juga Semarang lulusannya seharusnya mampu mengatasi masalah banjir ini kalau mereka benar – benar diberdayakan.
  3. Dibidang Ekonomi, saya akan menggalakkan koperasi, lumbung – lumbung padi dan untuk meningkatkan pendapatan, saya akan memerintahkan penduduk di Jawa Tengah untuk menanam Jarak. Hasil penelitian, pohon jarak mampu tumbuh disegala jenis tanah bahkan daerah yang jarang hujan sekalipun. Hasil pertanian dan pendapatan tambahan dari buah jarak akan sangat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat menengah ke bawah. Dengan demikian, masyarakat terutama petani tidak akan melulu memikirkan ekonomi. Hal-hal seperti pendidikan dan kesehatan masih menjadi barang yang mahal bagi mereka sekarang ini, Insya Alloh dapat dijangkau oleh kaum tani.
  4. Menekankan dan mengawasi agar aparatur pemerintahan untuk dengan tulus ikhlas melayani masyarakat. Miningkatkan disiplin aparatur, Tidak Korup dan menekankan semangat untuk sama – sama membangun Provinsi ini.  Bukan pekerjaan mudah memang.

Masih banyak hal memang yang harus dibenahi Provinsi ini. Tapi kalo saya menjadi Gubernur, itulah poin-poin yang saya usahakan pertama kali.

Semoga Pak Bibit inget program-programnya waktu kampanye walau program – programnya masih kalah jauh dengan program – program calon Gubernur yang lain waktu kampanye, kalau masyarakat Jateng membacanya.

Terima kasih,

–cah cilacap–

One response to “Andai Saya Jadi Gubernur Jateng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s