Pelayanan Garuda Indonesia

giaHari Selasa dan Rabu kemarin, alhamdulillah berkesempatan ikut training mengenai Leadership yang digagas kantor saya bekerjasama dengan konsultan training MDI. Trainingnya sendiri, rencananya akan dilaksanakan di Ruang Monas 1 Hotel Aryaduta Jakarta.

Karena berbagai pertimbangan, saya memilih penerbangan dengan Garuda pukul 20:00 dari Semarang. Informasi dari ticket yang perusahaan saya beli, saya akan terbang bersama Garuda dengan nomor penerbangan GA 247 dan jadwal take off pukul 20:00. Seperti biasa, saya berangkat dari kantor 1 1/2 jam ( satu setengah jam ) sebelum jadwal take off menuju bandara. Dengan kondisi Semarang yang hampir bebas dari macet kecuali di lampu – lampu merah atau ada moment-moment tertentu seperti Tahun baru dll waktu 1/2 jam sudah lebih dari cukup untuk mencapai bandara.

Sampai Bandara tanpa basa basi saya langsung check in. Setelah membayar airport tax seharga Rp. 25.o00,- untuk perjalanan domestik, saya langsung menuju ruang tunggu. Disana sudah lumayan banyak para penumpang yang menunggu jadwal pemberangkatan mereka. Bukan rahasia lagi kalo menunggu adalah hal yang paling membosankan. Untuk menghilangkan bosan, saya mencoba membaca sambil sekali – sekali mengintip LCD TV diruang tunggu lainnya yang sedang menyiarkan Sepak Bola antara Sriwijaya FC melawan Persik Kediri.

Waktu rasanya berjalan lebih pelan dari biasanya. Detik demi detik terasa sangat lama. Koran hari itu sudah saya bolak balik sampai tidak lagi menemukan topik yang menarik untuk dibaca. Kulihat jam tangan saya menunjukan pukul 19:45. Tidak ada tanda – tanda kalo pesawat yang akan kami tumpangi mendarat. Lapangan tempat biasanya pesawat parkir juga terlihat lengang. Aneh memang, biasanya sejak 1/2 jam sebelum pesawat take off semua calon penumpang sudah harus masuk kedalam ruang tunggu khusus.Tapi sekarang, tinggal beberapa menit saja dari waktu berangkat, tidak ada seorangpun dari petugas pemeriksa tiket atau pemeriksa airport tax diposisi biasanya. Bahkan menampakkan diripun mereka seolah enggan. Takut ditanyain macam – macam sama calom penumpang kayanya. Beberapa calon penumpang kelihatan sangan jengkel. Mereka terlihat gelisah. Banyak dari mereka mondar mandir dengan tampang masam sambil sesekali menepon.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 20:40.  Artinya penerbangan sudah tertunda selama 40 menit. Sangat disayangkan Garuda Indonesia sebagai pioneer Maskapai Penerbangan Indonesia menelantarkan calon – calon penumpangnya tanpa pemberitahuan, apalagi permintaan maaf. Kepedulian mereka terhadap calon penumpang tidak ada sama sekali. Tidak ada permohonan maaf melalui speaker, tidak ada kepastian berapa lama calon penumpang harus menunggu. Sangat mengecewakan.

Adalah pekerjaan yang saya kira sangat mudah bagi mereka untuk berbicara kepada calon penumpang untuk memberitahukan sebarapa lama kami mesti menunggu dan untuk meminta maaf.  Sayang hal itu tidak dilakukan oleh Maskapai Penerbangan plat merah tersebut sampai kami take off pukul 20:55.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s