Kalimantan Pulau Donatur Energi tapi susah energi

gunung berjalan2Apa yang anda pikirkan kalo anda mendengar kata ” Kalimantan ” ? mungkin pikiran anda langsung tersirat beberapa kata berikut : Hutan, Dayak, Serem, Minyak, Batubara, Katulistiwa dan lain-lain. Kalo anda dari pulau Jawa dan akan pergi ke Kalimantan mungkin anda akan dibilangin ” Hati-hati kalo mau ke Kalimantan, temen saya aja kerja disana ga balik lagi ” dan kata-kata menakutkan lainnya.

Informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Pulau Kalimantan tidak seseram yang dibayangkan. Orangnya juga ramah – ramah tergantung bagaimana kita bersikap. Dipulau manapun kalo kita sopan, bertuturkata yang baik dan berbudi luhur, Insya Alloh kita juga akan diterima dengan baik. Sebaliknya dimanapun kita kalo sikap kita angkuh, tidak sopan dan budi asor, kita tidak akan dihormati orang lain. Mungkin malah dibenci. Kalo pepatah mengatakan ” Disitu bumi diinjak, disitu langit dijunjung” artinya kalo kita bertamu atau pergi kesuatu daerah, hormatilah adat istiadat setempat.

Pulau Kalimantan dengan luas sekitar 539,460 km2 adalah pulau terbesar diIndonesia dan pulau ketiga terbesar didunia setelah Greenland ( divisi otonomi Denmark ), Nugini ( Papua / Indonesia dan Papua Nugini ). Pulau yang terlinasi garis Katulistiwa ini menjadikan pulau ini memiliki kekayaan hayati berlimpah. Pohon-pohon pencakar langit tumbuh subur disini, membentuk hutan yang sangat luas. Jangan heran kalo dunia menyebut Indonesia pada umumnya dan Kalimantan khususnya sebagai “paru-paru dunia”. Selain hutan, Kalimantan juga kaya akan minyak, batubara dan gas alam. Menurut informasi, cadangan minyak di Kalimantan mencapai 3,5 barel miliar minyak, cadangan batubara kurang lebih 100 miliar ton batubara dan 47,4 km kubik Gas alam.  Sungguh kekayaan alam yang luar biasa.

Sumber-sumber energi tadi seperti Minyak, Batubara dan Gas bumi diangkut ke pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan energi di pulau dengan penduduk terpadat tersebut. Batubara misalnya selain di-export, Di Pulau Jawa batubara digunakan sebagai bahan bakar mesin – mesin pembangkit listrik PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik pulau Jawa dan Bali. Setiap hari ratusan ton batubara diangkut ke pulau Jawa dengan perahu dan ditarik kapal Tongkang. Jika anda ke Samarinda, jangan kaget kalo melihat “gunung hitam” berjalan. Itu adalah batubara yang ditarik oleh kapal tongkang yang akan dikirim ke pulau Jawa atau di-export ke luar negeri.

Dengan kekayaan alam begitu berlimpah harusnya masyarakat disini bisa hidup lebih baik. Tapi ironisnya masyarakat di Kalimantan hidup dengan keadaan jauh dari seharusnya, jika ditilik dari melimpahnya kekayaan alamnya. Listrik misalnya, mati listrik di Kalimantan bukan sesuatu hal yang baru, kalo tidak boleh dibilang kebiasaan. Hampir tiap hari mati listrik di-Kalimantan. Durasinya juga ga singkat, bisa 4 jam lima jam. Kalo beberapa waktu yang lalu sebuah gardu di Cawang Jakarta kebakaran sehingga menyebabkan terganggunya pasokan listrik di daerah Jakarta, hal itu (terganggunya supply listrik) sudah biasa di Kalimantan. Timer ( pencacah waktu ), bukan barang yang anah apabila dipasang di KWH meter pelanggan PLN kategori Industri. Timer yang dipasang PLN tersebut akan memutus supply PLN pada waktu-waktu tertentu ( biasanya pada waktu beban puncak PLN, terjadi pukul 05:00 s/d 08:00 dan 16:00 s/d 22:00 ) secara bergantian. Apalagi kalo salah satu mesin pembangkit PLN mengalami kerusakan atau saatnya service. Dijamin, mati lampu bergilir akan diberlakukan dengan durasi yang lumayan lama. Kalo anda membeli rumah baru di Kalimantan jangan harap anda akan mendapatkan sambungan PLN dengan cepat. Sehingga banyak perumahan ( di Balikpapan misalnya ) menggunakan Genset untuk menerangi wilayah perumahannya. Dengan demikian, uang yang harus dibayar pemilik rumahpun menjadi lebih mahal padahal Gensetnya hidup malam hari aja. Kasihan yaaah..😦 Ironis memang, PLN yang notabene adalah perusahaan monopoli plat merah, seperti tidak merencanakan pembangunan jaringan dan pembangkit-pembangkit listriknya dengan baik. Terlebih lagi di Kalimantan. Pulau dengan sumber energy berlimpah sangat susah mendapatkan sambungan listrik PLN.

Ah ga tau ah…. pusing kalo bicara sambungan pasang baru PLN disini… puyeng euy..

Disini yang Gratis Sinar Matahari. Kalo kata orang ” matahari di Kalimantan ada 9 “. Panas banget…🙂

Tapi, mudah-mudahan kedepan PLN makin baik. Juga dengan adanya otonomi daerah, pembangunan bisa semakin merata. amiiin

2 responses to “Kalimantan Pulau Donatur Energi tapi susah energi

  1. Kami sedang melakukan kampanya hemat kertas sebagai wujud cinta lingkungan… berkunjung ke blog saya ya… berikan saran terbaik buat kami… kegiatan tersebut adalah salah satu kajian untuk menjaga kelestasian lingkungan… kami tunggu…. selamt datang…

    • Insya Alloh saya akan mampir ke blog sdr/i. Dikantor saya juga sudah menerapkan paperless dalam rangka ikut serta dalam kegiatan green the world.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s